Sabtu, 07 September 2019

Resensi Buku Sedang Tuhan pun Cemburu

        Identitas buku
Judul buku : Sedang Tuhan Pun Cemburu
Nama pengarang : Emha Ainun Nadjib
Nama penerbit : Bentang Pustaka
Kota Penerbit : Yogyakarta
Ketebalan buku : 2015
Tahun terbit : Ketiga
Tebal buku : xii + 444
ISBN : 978 – 602 – 291 – 079 – 4
        Ikhtisar buku
Sinopsis :
salah satu bakat dalam diri manusia memang menjadi binatangmakhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seypogiya nya di perjuangkan oleh manusia.
Akan tetapi, binatang tampaknya lebih beruntung dibandingkan manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk amemilih melebur dengan tatanan masyarakat atau melenyapkan standar – standar nya terhdap nilai kemanusiaan.
Esai esai yang di tulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini,merefleksikan betapa panjang pertanyaannya tas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dan tuhan yang semakin menabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata – strata sosial yang mereka bentuk sendiri.
        Kelebihan Buku :
Dari esai esai yang ada di buku “Sedang Tuhan Pun Cemburu” beliau Emha Ainun Nadjib atau yang lebih kerap disapa Cak Nun itu,menuliskan esai nya sejak tahun 1980 hingga 1994. Buku yang membicarakan tentang polemik pemerintahan yang terjadi kala itu, kehidupan seks bebas yang merajai. Pesan pesan keagamaan tersampaikAn dengan rantaian kata nya yang lebih renyah dan dapat dinikmati de berbagai kalangan. Penulis yang juga seorang budayawan dan seniman itu, benar benar membuat pembacanya takjub karena menjadikan esai yang berbobot namun dengan bahasa yang santai, dan mudah di maknai.
Cak nun, memiliki ke khas an yang mana tentunya dimiliki oleh penulis penuslis ternama lainya. Ciri khas cak nun yang selalu ada ada saja dalam rangkaian kata kata nya. Yang lucu namun tepat dan tersampaikan. Karena bawaanya yang tidak terlalu serius dan membuat otak berpikir keras memkanai esai nya, pembaca selalu mengikuti alur dan proses esai yang di sampaikan.
Buku yang kini telah meroket hingga cetakan yang ke tiga ini juga bukti jelas dari masyarakat bahwa buku tersebut memiliki peminat yang luar biasa antusianya. Karena pada tahun 2015 ini, buku “ Sedang Tuhan Pun Cemburu” sudah di cetak sebanyak tiga kali yakni, cetakan pertamanya pada bulan februari 2015, cetakan keduanya pada bulan april 2015 dan cetakan ketiga nya pada juli 2015.
       Kekurangan buku :
Saat ini buku buku Cak Nun, sudah mulai langka di temukan di toko toko buku yang besar. Kalau pun mau mencarinya, beberapa penjual buku online dan itu pun juga edisi nya bener bener limeted edition.
Buku yang telah di cetak tebal itu, mungkin membuat pembeli awalnya ragu ragu. Karena beberapa penikmat buku akan melihat seberapa tebal buku tersebut, dan biasanya kalau terlalu tebal pembaca akan merasa jengah. Padahal ketika sudah dibaca mungkin akan memberikan dampak yang berbeda.

Referensi:
http://library.uny.ac.id/sirkulasi/index.php?p=show_detail&id=56661&keywords=tuhan+pun+sedang+cemburu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar